Langsung ke konten utama


Wuling Cortez 1.5L Hanya Bertransmisi Manual, Kapan Matik Meluncur?






Jakarta - Setelah sebelumnya meluncurkan Wuling Cortez 1.8L pada Februari lalu, Wuling Motors akhirnya menghadirkan pilihan baru yakni Cortez 1.5L. Varian ini dihadirkan untuk menambah pilihan baru di segmen medium MPV.
Namun, berbeda dengan Wuling Cortez 1.8L yang hadir dengan transmisi otomatis, Wuling Cortez 1.5L justru hanya menghadirkan transmisi manual saja.

Jika dibandingkan dengan pabrikan mobil yang juga berasal dari Cina, Sokon, di hari yang sama menghadirkan mobil Glory 580 yang memberikan pilihan transmisi manual dan juga CVT. Lalu akankah Cortez terbaru ini hadir dengan transmisi otomatis?
"Kami apa pun yang pasar minta akan kami pelajari. Tapi kami butuh waktu, studi dulu, kemudian baru bikin keputusan mana yang akan dipertimbangkan untuk dikeluarkan. Kami belum bisa bilang kapan (Wuling Cortez 1.5L matik), tapi yang jelas pelajari dulu," kata Sales Director Wuling Motors, Nathan Sun, di hall A, Jiexpo Kemayoran, Kamis (19/4/2018).



1 dari 3 halaman

Selanjutnya

Menurutnya, dengan hadirnya Cortez berkapasitas kecil ini, ia yakin tak akan menggeser pasar Cortez varian sebelumnya yakni 1.8L.
"Enggak akan ganggu karena harganya kan juga berbeda. Sama-sama Cortez, tetapi kapasitas mesin berbeda. Ini 1.5 liter, cuma ada manual, enggak ada matik. Sementara yang 1.8 L ada manual dan matik. Jadi ya pilihannya berbeda," ujarnya.
Sebagai informasi, Wuling membanderol harga Cortez 1.5 Tipe S seharga Rp 193,8 juta, sedangkan untuk tipe C dijual hingga Rp 203,8 juta dengan status on the road Jakarta.

Copyright www.liputan6.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Batu Sumber Towo Yang Bertuah di Mojokerto Mojokerto - Wilayah Trowulan, Mojokerto yang menjadi pusat Kerajaan Majapahit masih menyimpan banyak misteri. Salah satunya Makam Panjang, dan mata air yang konon mempunyai banyak khasiat. Makam Panjang ini terletak di Dusun Ungah-unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan. Situs ini berjarak sekitar 200 meter arah timur laut dari Kolam Segaran. Bangunan Makam Panjang ini cukup sederhana. Hanya berupa pendapa yang dinaungi pohon beringin raksasa. Namun, di dalamnya ada sebuah makam yang ukurannya tak lazim. Foto: Enggran Eko Budianto Berbeda dengan makam pada umumnya, makam yang satu ini berukuran 5x2 meter. Terdapat sebuah batu mirip batu nisan dengan tulisan bahasa Sansekerta. Sementara dua bangunan gapura mini di depan makam merupakan bangunan baru. "Pada batu tersebut terdapat tulisan angka tahun 1012 masehi dan perjalanan hidup manusia," kata Juru Kunci Makam Panjang Sunoto (55) kepada detikcom, Jum...
Kunjungan Pabrik Otsuka SMK Negeri 1 Mojokerto   Saya sebagai salah satu pelajar SMK Negeri 1 Mojokerto,saya mendapatkan pengalaman baru dalam dunia kerja industri.Dalam hal ini saya akan menceritakan Pengalaman saya saat berkunjung ke Pabrik Otsuka di Kota Pasuruan. Saat saya berkunjung pertama kalinya ke Pabrik Otsuka,saat saya masuk ke pabrik saya disambut ramah oleh para pegawai-pegawai pabrik tersebut.Saat masuk saya diarahkan oleh pegawai ke sebuah ruangan.Diruangan tersebut kami diberi presentasi alasan Pabrik Otsuka didirikan.  Dari gambar logo diatas maksud logo tersebut Pabrik Otsuka.lambang O besar logo biru memiliki impian yang ingin diwujudkan yang belambangkan "Langit Biru".Sedangkan lambangO besar logo merah melambangkan semangat dalam meraih impian tersebut. Berikut ini proses produksi Pabrik Otsuka a.       Pembuatan Botol 1.     Injection moulding Gambar 2.1 Injection Mould...

Orang-orang melayani tanpa pamrih

SP-Suharyanto  dijuluki polisi dunia lain, polisi partikelir yang dengan suka rela mengatur lalu lintas di perempatan trowulan sebelum di gusur oleh polisi cepek dia mengalah pindah di daerah Simpang empat Sooko Mojokerto. Berbeda dengan polisi cepek yang biasanya kita lihat di tempat lain. Istilah polisi cepek adalah julukan untuk orang yang mengatur lalu lintas dengan mengharap orang yang lewat memberikan uang ala kadarnya. Polisi beneran biasanya melarang operasi para polisi cepek itu karena dianggap malah mengganggu. Kadang-kadang motifnya bukan membantu mengatur keruwetan lalu lintas tapi semata-mata ingin mencari uang di jalanan. Tak ubahnya dengan apa yang dilakukan para peminta-minta dan pengamen jalanan. Entah apa alasannya polisi tidak melarang kegiatan polisi dunia lain ini. Terbukti sudah hampir sepuluh tahun Suharyanto menjadi polisi partikelir yang mengatur lalu lintas daerah Simpang empat sooko. Mungkin karena ia tidak menerima uang ala pem...