Langsung ke konten utama
Italian Tune Up Bikin Lebih Enteng Beneran?

Jakarta - Istilah Italian Tune Up mungkin tidak asing di telinga pencinta otomotif yang gemar oprek mesin. Sebenarnya apa itu Italian tune Up? Apakah memang ada imbasnya pada performa mobil?
 
Dilansir dari situs Topgear Filipina, Italian Tune Up adalah memacu mobil hingga menyentuh redline atau mencapai putaran puncak dalam beberapa detik.

Konon, istilah ini diambil dari kebiasaan para mekanik Ferrari. Fungsi ritual ini adalah untuk memanaskan mesin dan merontokkan karbon atau kotoran sisa pembakaran yang mengerak pada mesin.

Karena putaran mesin yang tinggi, endapan tersebut akan terlepas dari dinding mesin. Kemudian, berbagai kotoran akan dikeluarkan melalui sistem pembuangan mobil atau knalpot.
Menurut sumber yang sama, Italian Tune Up cukup efektif dilakukan pada kendaraan konvensional dengan karburator.

Dengan memacu kendaraan pada putaran tinggi, karburator akan lebih bersih sehingga percampuran antara bahan bakar dan udara menjadi semakin baik.

Dampak Italian Tune Up akan lebih cukup pada mobil perkotaan. Pasalnya, kendaraan tersebut kerap melaju pada kecepatan yang tak terlalu tinggi dan menempuh jarak relatif rendah.

Untuk mobil modern dengan suplai bahan bakar injeksi dijelaskan bahwa efek yang didapat tidak terlalu maksimal.

Pasalnya, sistem elektronik pada mesin kini lebih canggih dan bisa mendiagnosa permasalahan dan menemukan solusinya sendiri.

Copyright liputan6.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Batu Sumber Towo Yang Bertuah di Mojokerto Mojokerto - Wilayah Trowulan, Mojokerto yang menjadi pusat Kerajaan Majapahit masih menyimpan banyak misteri. Salah satunya Makam Panjang, dan mata air yang konon mempunyai banyak khasiat. Makam Panjang ini terletak di Dusun Ungah-unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan. Situs ini berjarak sekitar 200 meter arah timur laut dari Kolam Segaran. Bangunan Makam Panjang ini cukup sederhana. Hanya berupa pendapa yang dinaungi pohon beringin raksasa. Namun, di dalamnya ada sebuah makam yang ukurannya tak lazim. Foto: Enggran Eko Budianto Berbeda dengan makam pada umumnya, makam yang satu ini berukuran 5x2 meter. Terdapat sebuah batu mirip batu nisan dengan tulisan bahasa Sansekerta. Sementara dua bangunan gapura mini di depan makam merupakan bangunan baru. "Pada batu tersebut terdapat tulisan angka tahun 1012 masehi dan perjalanan hidup manusia," kata Juru Kunci Makam Panjang Sunoto (55) kepada detikcom, Jum...
Kunjungan Pabrik Otsuka SMK Negeri 1 Mojokerto   Saya sebagai salah satu pelajar SMK Negeri 1 Mojokerto,saya mendapatkan pengalaman baru dalam dunia kerja industri.Dalam hal ini saya akan menceritakan Pengalaman saya saat berkunjung ke Pabrik Otsuka di Kota Pasuruan. Saat saya berkunjung pertama kalinya ke Pabrik Otsuka,saat saya masuk ke pabrik saya disambut ramah oleh para pegawai-pegawai pabrik tersebut.Saat masuk saya diarahkan oleh pegawai ke sebuah ruangan.Diruangan tersebut kami diberi presentasi alasan Pabrik Otsuka didirikan.  Dari gambar logo diatas maksud logo tersebut Pabrik Otsuka.lambang O besar logo biru memiliki impian yang ingin diwujudkan yang belambangkan "Langit Biru".Sedangkan lambangO besar logo merah melambangkan semangat dalam meraih impian tersebut. Berikut ini proses produksi Pabrik Otsuka a.       Pembuatan Botol 1.     Injection moulding Gambar 2.1 Injection Mould...

Orang-orang melayani tanpa pamrih

SP-Suharyanto  dijuluki polisi dunia lain, polisi partikelir yang dengan suka rela mengatur lalu lintas di perempatan trowulan sebelum di gusur oleh polisi cepek dia mengalah pindah di daerah Simpang empat Sooko Mojokerto. Berbeda dengan polisi cepek yang biasanya kita lihat di tempat lain. Istilah polisi cepek adalah julukan untuk orang yang mengatur lalu lintas dengan mengharap orang yang lewat memberikan uang ala kadarnya. Polisi beneran biasanya melarang operasi para polisi cepek itu karena dianggap malah mengganggu. Kadang-kadang motifnya bukan membantu mengatur keruwetan lalu lintas tapi semata-mata ingin mencari uang di jalanan. Tak ubahnya dengan apa yang dilakukan para peminta-minta dan pengamen jalanan. Entah apa alasannya polisi tidak melarang kegiatan polisi dunia lain ini. Terbukti sudah hampir sepuluh tahun Suharyanto menjadi polisi partikelir yang mengatur lalu lintas daerah Simpang empat sooko. Mungkin karena ia tidak menerima uang ala pem...