Langsung ke konten utama
Kunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela, Sinta Nuriyah Wahid Bertemu Keluarga Korban Bom

Sinta Nuriyah Wahid Mengunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela
 Surabaya - Istri almarhum presiden ke empat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, mengunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), salah satu gereja lokasi insiden ledakan bom di Surabaya, Jumat (8/6/2018). 

Pantauan Suarasurabaya.net, kedatangannya disambut baik oleh pengurus gereja dari SMTB, gereja GKI, gereja Pantekosta, dan beberapa korban ledakan bom.

Di hadapan para pengurus gereja dan beberapa korban, Sinta Nuriyah menyampaikan rasa belasungkawanya atas peristiwa ledakan bom yang terjadi di Surabaya. Dia juga sangat menyesalkan atas perbuatan pelaku yang menurutnya sangat tidak manusiawi dan melukai banyak orang, terutama melibatkan anak-anak.

"Kami ikut prihatin, dan menyesalkan perbuatan yang sangat tidak manusiawi ini. Saya rasa tidak hanya gereja ini yang berduka. Tapi kami semua juga merasakan kedukaan yang sama atas terjadinya musibah seperti ini," kata Sinta.

Sinta Nuriyah berharap, dari peristiwa itu masyarakat tidak tergoyahkan rasa imannya kepada Tuhan yang Maha Esa. "Kami hanya bisa menyampaikan rasa duka dan mengharapkan yang jadi korban diterima di sisi Tuhan. Keluarganya juga diberikan ketabahan," tuturnya.

Sinta Nuriyah Wahid Mengunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela

Sementara itu, Romo Kurdo Irianto mengaku senang dan berterima kasih atas kunjungan istri almarhum Gus Dur itu. Menurutnya, Sinta merupakan sosok ibu yang bisa merasakan kepedihan mendalam, yang dirasakan oleh para korban yang terdampak ledakan bom.

Berbeda dengan pelaku, kata Romo Kurdo, tidak mencerminkan sebagai sosok ibu yang seharusnya mengasihi anak-anaknya.

"Saya juga heran dengan pikiran seorang ibu yang mengajak anaknya untuk melakukan bom bunuh diri. Padahal, ibu itu membentuk anak-anaknya untuk mengasihi. Tapi mengapa ini justru sebaliknya," kata dia.

Namun secara umum, Romo Kurdo mengakui kini kondisi para jemaat gereja sudah membaik seperti biasanya. Meski, ada beberapa jemaat yang memang masih dalam masa pemulihan. Baginya, insiden ledakan bom itu bukanlah sebuah bencana yang harus diratapi, tetapi sebagai peristiwa iman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Batu Sumber Towo Yang Bertuah di Mojokerto Mojokerto - Wilayah Trowulan, Mojokerto yang menjadi pusat Kerajaan Majapahit masih menyimpan banyak misteri. Salah satunya Makam Panjang, dan mata air yang konon mempunyai banyak khasiat. Makam Panjang ini terletak di Dusun Ungah-unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan. Situs ini berjarak sekitar 200 meter arah timur laut dari Kolam Segaran. Bangunan Makam Panjang ini cukup sederhana. Hanya berupa pendapa yang dinaungi pohon beringin raksasa. Namun, di dalamnya ada sebuah makam yang ukurannya tak lazim. Foto: Enggran Eko Budianto Berbeda dengan makam pada umumnya, makam yang satu ini berukuran 5x2 meter. Terdapat sebuah batu mirip batu nisan dengan tulisan bahasa Sansekerta. Sementara dua bangunan gapura mini di depan makam merupakan bangunan baru. "Pada batu tersebut terdapat tulisan angka tahun 1012 masehi dan perjalanan hidup manusia," kata Juru Kunci Makam Panjang Sunoto (55) kepada detikcom, Jum...
Kunjungan Pabrik Otsuka SMK Negeri 1 Mojokerto   Saya sebagai salah satu pelajar SMK Negeri 1 Mojokerto,saya mendapatkan pengalaman baru dalam dunia kerja industri.Dalam hal ini saya akan menceritakan Pengalaman saya saat berkunjung ke Pabrik Otsuka di Kota Pasuruan. Saat saya berkunjung pertama kalinya ke Pabrik Otsuka,saat saya masuk ke pabrik saya disambut ramah oleh para pegawai-pegawai pabrik tersebut.Saat masuk saya diarahkan oleh pegawai ke sebuah ruangan.Diruangan tersebut kami diberi presentasi alasan Pabrik Otsuka didirikan.  Dari gambar logo diatas maksud logo tersebut Pabrik Otsuka.lambang O besar logo biru memiliki impian yang ingin diwujudkan yang belambangkan "Langit Biru".Sedangkan lambangO besar logo merah melambangkan semangat dalam meraih impian tersebut. Berikut ini proses produksi Pabrik Otsuka a.       Pembuatan Botol 1.     Injection moulding Gambar 2.1 Injection Mould...

Orang-orang melayani tanpa pamrih

SP-Suharyanto  dijuluki polisi dunia lain, polisi partikelir yang dengan suka rela mengatur lalu lintas di perempatan trowulan sebelum di gusur oleh polisi cepek dia mengalah pindah di daerah Simpang empat Sooko Mojokerto. Berbeda dengan polisi cepek yang biasanya kita lihat di tempat lain. Istilah polisi cepek adalah julukan untuk orang yang mengatur lalu lintas dengan mengharap orang yang lewat memberikan uang ala kadarnya. Polisi beneran biasanya melarang operasi para polisi cepek itu karena dianggap malah mengganggu. Kadang-kadang motifnya bukan membantu mengatur keruwetan lalu lintas tapi semata-mata ingin mencari uang di jalanan. Tak ubahnya dengan apa yang dilakukan para peminta-minta dan pengamen jalanan. Entah apa alasannya polisi tidak melarang kegiatan polisi dunia lain ini. Terbukti sudah hampir sepuluh tahun Suharyanto menjadi polisi partikelir yang mengatur lalu lintas daerah Simpang empat sooko. Mungkin karena ia tidak menerima uang ala pem...